AQIQAH UNTUK DIRI SENDIRI.


.

 

السَّلاَمُعَلَيْكُمْوَرَحْمَةُاللهِوَبَرَكَاتُهُ

أَعُوْذُبِاللِهمِنَالشََّيْطَانِالرَّجِيْمِبِسْمِاللهِالرَّحْمنِالرَّحِيمِ

أَشْهَدُأَنْلاَإِلَهَإِلاَّأللهُ  أَشْهَدُأَنَّمُحَمَّدًارَسُوْلُاللهِ

BOLEHKAH MENYEMBELIH AQIQAH UNTUK DIRI SENDIRI

.Ada pertanyaan yang tidak pernah berhenti ditanyakan orang, yaitu apakah boleh seseorang menyembelih hewan aqiqah untuk dirinya sendiri. Barangkali karena dahulu orang tuanya tidak sempat menyembelihkan aqiqah untuknya.

Bahkan pertanyaannya sudah sampai kepada pertanyaan, apakah wajib bagi kita untuk menyembelih aqiqah karena  dahulu orang tua belum menyembelihkan aqiqah?

Dan jawabannya selalu berbeda-beda, tergantung siapa yang menjawabnya.

Di satu sisi, ada pendapat yang mengatakan bahwa penyembelihan itu hanya disyariatkan untuk orang tua, sehingga si anak malah tidak perlu melakukannya.

Namun di sisi lain, ada pendapat yang mengatakan tidak mengapa bila seorang anak melakukan untuk dirinya sendiri.

Untuk itu biar tidak membingungkan, maka mari kita kumpulkan saja pendapat-pendapat itu dan kita teliti satu per satu.

Setidaknya memang ada dua pendapat dalam hal ini, dimana para ulama, yang levelnya sudah sampai ke tingkat mujtahid betulan, masih berbeda pendapat.

Kalau kita buka kitab fiqih, maka kita akan mendapatkan rincian perbedaan pendapat itu.

.

a.  Boleh Dilakukan

Eeehhh , Mang Aden ...hari ini Teteh sama Dede mau bikin Kambing Guling ..ha ha ha ..

Eeehhh , Mang Aden …hari ini Teteh sama Dede mau bikin Kambing Guling ..ha ha ha ..

 Sebagian ulama memandang bahwa mengaqiqahi diri sendiri adalah hal yang dibenarkan dalam syariat Islam.

Di antara yang berpendapat demikian adalah Ar-Rafi’i, Al-Qaffal, Muhammad bin Sirin, Atha’ dan Al-Hasan Al-Bashri.

Ar-Rafi’i, ulama dari kalangan mazhab Asy-Syafi’iyah mengatakan apabila seseorang mengakhirkan dari menyembelihkan aqiqah untuk anaknya hingga anaknya telah baligh, maka telah gugurlah kesunnahan dari ibadah itu.

Namun bila anak itu sendiri yang berkeinginan untuk melakukan penyembelihan aqiqah bagi dirinya sendiri, tidak mengapa.

Pendapat Ar-Rafi’i ini juga dikuatkan oleh pendapat Al-Qaffal, yang juga merupakan salah seorang dari fuqaha mazhab Asy-Syafi’iyah.

Beliau ikut membenarkan hal itu meski tidak mewajibkan.

[ Syarah Al-Asqalani li Shahih Al-Bukhari jilid 9 hal. 594-595 ]

.

Diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri bahwa beliau berfatwa :

Apabila seorang ayah belum menyembelihkan hewan aqiqah bagi anaknya yang laki-laki, maka bila nanti anaknya itu dewasa dan punya rejeki, dipersilahkan bila ingin menyembelih hewan aqiqah yang diniatkan untuk dirinya sendiri.

Fatwa ini bisa kita temukan tertulis di dalam kitab Al-Muhalla.

[ Ibnu Hazm, Al-Muhalla bin Atsar, jilid 6 hal. 240 ]

.

Di dalam kitab Fathul Bari karya Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani diriwayatkan bahwa Muhammad Ibnu Sirin pernah berfatwa :

Seandainya saya tahu bahwa saya belum disembelihkan aqiqah, maka saya akan melakukannya sendiri.


[ Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari, jilid 9 hal. 489 ]

.

‘Atha’ berkata bahwa tidak mengapa bila seseorang melakukan penyembelihan aqiqah untuk dirinya sendiri, sebab dirinya menjadi jaminan (rahn).

Di antara dasar kebolehannya adalah hadits berikut ini :

.

أَنَّ النَّبِيَّ عَقَّ بِنَفْسِهِ بَعْدَ النُّبُوَّةِ

.
Bahwa Nabi SAW menyembelih hewan aqiqah untuk dirinya sendiri setelah diangkat menjadi nabi. (HR. Al-Bazzar)

.

b. Tidak Perlu dilakukan

 Ketika Al-Imam Ahmad bin Hanbal ditanya tentang masalah ini, yaitu bolehkah seseorang melakukan penyembelihan aqiqah untuk dirinya sendiri, lantaran dahulu orang tuanya tidak melakukan untuknya,

beliau menjawab bahwa hal itu tidak perlu dilakukan hal itu.

Alasannya, karena syariat dan perintah untuk menyembelih hewan aqiqah itu berada di pundak orang tuanya, bukan berada di pundak si anak. Sehingga si anak tidak perlu mengerjakannya meski dirinya mampu ketika sudah dewasa.

Salah satu ulama pengikut mazhab Hanbali, Ibnu Qudamah berkata, “Menurut kami, penyembelihan itu disyariatkan sebagai beban bagi orang tua dan orang lain tidak dibebankan untuk melakukannya, seperti shadaqah fithr.


[ Ibnu Qudamah, Al-Mughni jilid 8 hal. 646 ]

.

Di antara dasar pendapat mereka adalah bahwa Rasulullah SAW sendiri tidak pernah menyembelih aqiqah untuk diri beliau, meski sejak kecil tidak pernah disembelihkan aqiqah. Begitu juga beliau tidak pernah memerintahkan para shahabat yang waktu kecilnya belum pernah disembelihkan aqiqah agar masing-masing menyembelih aqiqah untuk diri mereka.

Sedangkan hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menyembelih hewan aqiqah untuk dirinya sendiri, setelah beliau diangkat menjadi utusan Allah.

.

Oleh para kritikus hadits dianggap sebagai hadits yang lemah dan menuai hujan kritik.

WAAH KACAU INI ….YAH PASRAH AJA DEH ….MUDAH MUDAHAN AMAN DARI..Guillotine..DAN TIDAK SENASIB DENGAN…Marie Antoinette….CAPE DEEH

 

Titik masalahnya ada pada perawi yang bernama Abdullah bin Muharrar.

Al-Hafidz Ibnu Hajah Al-Asqalani menyebutkan hadits ini matruk. As-Syaukani berpendapat boleh saja seseorang menyembelih aqiqah untuk dirinya sendiri, asalkan hadits itu shahih.

Masalahnya, menurut beliau, hadits itu sendiri bermasalah. Asy-Syaukani menyebutkan hadits itu mungkar.

Al-Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa hadits ini batil.

.

Namun mereka yang membela pendapat dibolehkannya menyembelih hewan aqiqah untuk diri sendiri punya jawaban yang tidak kalah kuatnya.

Mereka menyebutkan bahwa hadits yang dipermasalahkan tetap shahih.

Karena ada periwayatan lewat jalur lain yang dishahihkan oleh para ulama.

Dalam hal ini, Al-Haitsami menyebutkan di dalam kitab Majma’ Az-Zawaid, bahwa hadits ini memang punya dua jalur periwayatan.

Pertama

Adalah jalur yang banyak didhaifkan oleh para ulama, yaitu lewat jalur Abdullah bin Al-Muharrar, dari Qatadah, dari Anas yang diriwayatkan secara marfu.

Kedua

Adalah jalur yang shahih dan tersambung kepada Anas, dari Al-Haitsam bin Jamil, dari Abdillah bin Al-Mutsanna, dari Tsumamah, dan Anas.

[ Al-Haitsami, Majma’ Az-Zawaid, jilid 4 hal. 59 ]

واللهأعلمبالصواب

وَعَلَيْكُمْالسَّلاَمُوَرَحْمَةُاللهِوَبَرَكَاتُهُ

 

Ahmad Sarwat, Lc MA

—————————————-
Aku berkata :   boleh kalau mau

Hadits Shahih Imam Bukhari

.

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ حَدَّثَنَا قُرَيْشُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ قَالَ أَمَرَنِي ابْنُ سِيرِينَ أَنْ أَسْأَلَ الْحَسَنَ مِمَّنْ سَمِعَ حَدِيثَ الْعَقِيقَةِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ مِنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ

.

51.6/5050.

.

Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abul Aswad berkata, telah menceritakan kepada kami Quraiys bin Anas dari Habib bin Asy Syahid ia berkata, Ibnu Sirin menyuruhku agar aku bertanya kepada Al Hasan dari siapa ia mendengar hadits tentang akikah, aku pun menanyakannya, dia lalu menjawab, Dari Samurah bin Jundub.

.

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ وَقَالَ حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ وَقَتَادَةُ وَهِشَامٌ وَحَبِيبٌ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ عَاصِمٍ وَهِشَامٍ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ عَنْ الرَّبَابِ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَوَاهُ يَزِيدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ قَوْلَهُ وَقَالَ أَصْبَغُ أَخْبَرَنِي ابْنُ وَهْبٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ حَدَّثَنَا سَلْمَانُ بْنُ عَامِرٍ الضَّبِّيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى 

.

51.5/5049.

.

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’man berkata,

telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid

dari Ayyub

dari Muhammad

dari Sulaiman bin Amir, ia berkata,

”  Pada anak lelaki ada kewajiban akikah “

Dan Hajjaj berkata,

telah menceritakan kepada kami Hammad berkata,

telah mengabarkan kepada kami Ayyub dan Qatadah dan Hisyam dan Habib

dari Ibnu Sirin

dari Salman

dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan berkata tidak satu orang dari Ashim dan Hisyam dari Hafshah binti Sirin dari Ar Rabab dari Salman bin Amir Adl Dlabiyyi dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan Yazid bin Ibrahim juga menceritakan dari Ibnu Sirin dari Salman perkataannya,

dan Ashbagh berkata,

telah mengabarkan kepadaku Ibnu Wahb dari Jarir bin Hazim dari Ayyub As Sakhtiyani dari Muhammad bin Sirin berkata,

telah menceritakan kepada kami Salman bin Amir Adl Dlabbi ia berkata, “

Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

  Pada anak lelaki ada kewajiban ‘akikah, maka potongkanlah hewan sebagai akikah dan buanglah keburukan darinya

.

واللهأعلمبالصواب

وَعَلَيْكُمْالسَّلاَمُوَرَحْمَةُاللهِوَبَرَكَاتُهُ

 

11 thoughts on “AQIQAH UNTUK DIRI SENDIRI.

  1. Oh my goodness! Awesome article dude! Many thanks, However I am going through difficulties with your RSS. I don’t know the reason why I can’t subscribe to it. Is there anybody else getting similar RSS issues? Anyone who knows the solution can you kindly respond? Thanx!!
    ====================

  2. You should be a part of a contest for one of the most useful blogs on the web. I’m going to recommend this website!
    ==============================

  3. Do you mind if I quote a couple of your posts as long as I provide credit and sources back to your weblog? My website is in the very same area of interest as yours and my users would genuinely benefit from a lot of the information you present here. Please let me know if this okay with you. Cheers!
    ======================

  4. You’re so awesome! I do not believe I have read anything like this before. So nice to find someone with a few unique thoughts on this subject. Seriously.. thanks for starting this up. This site is something that is needed on the internet, someone with a bit of originality!

  5. This is a good tip especially to those fresh to the blogosphere.
    Short but very accurate info… Appreciate your sharing this one.
    A must read post!
    =================
    Sometimes we are lazy to read and comment as much of a problem .. thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s