Tato Menurut Pandangan Islam Sunni / Syi ah


.

 .

 Tato Menurut Pandangan Islam Sunni / Syi ah

.

.tongue-tattoo

.Bagi seorang muslim tato permanen/seni rajah tubuh merupakan perkara yang sudah jelas keharamannya.

Bagi sebagian orang yang akhirnya sadar diri, menyesal dan bertaubat tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghilangkan dan menghapus tato permanen tersebut.

Beragam cara ditempuh untuk bisa menghapus tato permanen, menggunakan laser atau dengan cara sederhana yang mengiris kulit.

Fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz alHambali rahimahullah  – Arab Saudi
Beliau mengatakan dalam salah satu suratnya kepada peminta fatwa:

 Saya beritahukan kepada anda bahwa beliau ( Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) melaknati wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta untuk disambungkan, wanita yang mentato dan meminta ditatokan.

Bila dilakukan oleh seorang muslim saat dia tidak tahu hukum haramnya, atau ditato semasa dia kecil maka ia harus menghilangkannya setelah mengetahui keharamannya.

Namun bila terdapat kesulitan atau mudarat dalam menghilangkannya, cukup baginya untuk bertaubat dan memohon ampun.

Dan tidak mengapa yang masih ada dari tatonya di tubuhnya.

[ Fatwa ini diterbitkan dari kantor beliau dengan nomor 2/218 pada tanggal 26/1/1409 H ]

.

Fatwa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan alHanafi Hafidzahullah
Tanya:
Apa hukum mentato wajah dan dua tangan? Ini adalah adat kebiasaan yang ada di masyarakat kami.

Dan apa yang mesti dilakukan pada seseorang yang dibuatkan tato tersebut semasa kecilnya?

Jawab:
Tato adalah haram dan merupakan salah satu dosa besar, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat Al-Wasyimah ( yang mentato ) dan Al-Mustausyimah ( yang minta orang lain untuk mentatokan tubuhnya ).

Semuanya terlaknat melalui lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan demikian, tato itu haram dalam Islam dan merupakan salah satu dosa besar.

Hal itu juga termasuk mengubah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah dijanjikan oleh setan di mana ia akan memerintahkan kepada orang yang menjawab seruannya dari kalangan bani Adam, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dan aku pasti akan memerintahkan mereka untuk mengubah ciptaan Allah.” (An-Nisa`: 119)

Maka tato adalah perkara yang tidak boleh dilakukan, tidak boleh didiamkan, dan wajib dilarang.

Juga diperingatkan darinya serta diterangkan bahwa itu adalah salah satu dosa besar.

Dan orang yang dibuatkan tato, kalau itu dengan kemauannya dan dengan sukarela, maka ia berdosa dan wajib baginya untuk bertobat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan agar menghilangkan tatonya bila mampu.

Adapun bila itu dibuatkan tanpa melakukannya sendiri dan tanpa ridhanya, seperti jika dilakukan atasnya semasa kecil, saat belum paham, maka dosanya atas yang melakukannya.

Namun bila memungkinkan untuk dihilangkan, dia wajib menghilangkannya.

Tapi jika tidak mungkin maka ia dapat udzur dalam keadaan semacam ini.”

 (dinukil dari kumpulan fatwa beliau, Al-Muntaqa hal. 249)

.

Fatwa Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-’Abbad alHanafi Hafidzahullah

Beliau mengatakan:

Tato itu haram dan bertambah keharamannya ketika seseorang menggambar sesuatu yang haram seperti hewan-hewan.

 Barangsiapa melakukannya lalu tahu hukumnya hendaknya beristighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan jika bisa menghilangkannya tanpa menimbulkan mudarat maka semestinya itu dihilangkan.”

[Pelajaran Sunan Abi Dawud Kitab Az-Zinah, Bab La’nul wasyimah wal mustausyimah, 8/572]

.

Pendapat Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah

Beliau rahimahullahu mengatakan:

“…Kalau mungkin dihilangkan dengan pengobatan maka wajib dihilangkan.

Jika tidak memungkinkan kecuali dengan melukainya di mana dengan itu khawatir berisiko kehilangan anggota badannya, atau kehilangan manfaat dari anggota badan itu, atau sesuatu yang parah terjadi pada anggota badan yang tampak itu, maka tidak wajib menghilangkannya.

Dan jikalau bertaubat ia tidak berdosa.

Tapi kalau ia tidak mengkhawatirkan sesuatu yang tersebut tadi atau sejenisnya maka ia harus menghilangkannya.

Dan ia dianggap bermaksiat dengan menundanya.

Samasaja dalam hal ini semua, baik laki-laki maupun wanita.

( Syarh Shahih Muslim, 14/332. Dinukil pula ucapan ini dan disetujui dalam kitab ‘Aunul Ma’bud, 11/225, dan Nailul Authar, 6/228 )

.

Pendapat Ibnu Hajar Rahimahullah

Ibnu Hajar rahimahullahu mengatakan:

Membuat tato haram berdasarkan adanya laknat dalam hadits pada bab ini, … maka wajib menghilangkannya jika memungkinkan walaupun dengan melukainya.

Kecuali jika takut binasa, ( tertimpa ) sesuatu, atau kehilangan manfaat dari anggota badannya maka boleh membiarkannya dan cukup dengan bertaubat untuk menggugurkan dosa.

Dan dalam hal ini sama saja antara laki-laki dan wanita.

( Fathul Bari,10/372 )

فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللهِ

.

Tato yang dihilangkan biasanya memiliki resiko akan munculnya bekas luka di kulit/berupa keloid, tidak jarang bekas luka ini memberikan penampilan yang lebih jelek dibanding tato sebelumnya dan terkesan mengganggu dan memberikan ketidaknyamanan tersendiri.

Bagi anda yang ingin memiliki tato secara permanen, sebaiknya harus dipikirkan secara matang terhadap resiko tato permanen, agar anda tidak merasa menyesal di kemudian hari.

.

902adffe8a8b41022323dce4761f0277_192x

Pandangan Islam Syi ah

.

Apakah hukum tato itu haram 

pertanyaan

Apakah hukum tato itu haram 

Bagaimana pandangan

ParaMarja

dalam hal ini?

.

.

…………………………

Sebuah jawaban yang singkat Padat dan Jelas

.

Kantor Ayatullah Agung Siistani

( Mudda Zhillu al-‘Âli )

jawabannya…………………………………..

Pada dasarnya dibolehkan.

oooooo

Kantor Ayatullah Agung Makarim Syirazi

( Mudda Zhillu al-‘Âli )

jawabannya…………………………………..

Dibolehkan

apabila tidak membahayakan bagi badan dan gambar-gambar tato tersebut tidak menyebabkan kerusakan moral dan bagaimanapun tidak menciptakan kesulitan untuk wudhu dan mandi (wajib).

OOOOOO

Kantor Ayatullah Agung Shafi Gulpaigani

( Mudda Zhillu al-‘Âli )

jawabannya…………………………………..

Bukan merupakan pekerjaan yang baik dan hukumnya haram pada sebagian perkara

seperti menggurat nama-nama suci seperti

nama Allah,

Rasulullah

dan

para Imam Maksum As.

= pertanyaan kemudian = bagaimana tato selain yang tercantum diatas =

diperbolehkan

OOOOOO

Jawaban

Ayatullah Mahdi Hadawi Tehrani

( Semoga Allah memanjangkan keberkahannya )

jawabannya…………………………………..

Dibolehkan

apabila tato (itu) tidak membahayakan bagi badan dan gambar yang menjadi tato tidak mengandung perkara haram seperti gambar wanita non-mahram dan pada masyarkat (urf) tidak menjadikan seseorang (yang bertato) itu terhina serta bagi pria tidak termasuk perbuatan yang menyerupai (tasyabbuh) kaum wanita.

[ IQuest ]

 .

Mari kita saling menghormati pendapat yang berbeda dalam kasus diatas

berbeda dalam dalam kasus ini tidak ada masalah

dan bukan dalam kasus aqidah

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s