Shalat Yang Ditinggalkan Dua Tahun


 .


 Pohon Amal

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ,

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ – بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ  أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


Cara Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dua Tahun

Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah ustadz jawab terkait mengganti shalat terutama pada pertanyaan Bertahun-tahun Tidak Shalat, Apa Harus Diganti? ada hal yang perlu saya tanyakan.

Saya ketika baligh kelas 2 SMP kemudian sampai kelas 3 SMP masih shalat bolong-bolong.

Dan saat ini saya berniat untuk mengganti shalat saya, bolehkah saya melakukan shalat pengganti setiap setelah shalat fardu selama dua tahun untuk mengganti shalat saya yang bolong-bolong tersebut tanpa memperhatikan sholat mana saja yang sudah tertinggal karena saya sudah tidak ingat?

Demikian pertanyaan saya ustadz.

Sebelumnya jazakumullah khair.

 .

Jawaban :

 

Meski para ulama hampir seluruhnya sepakat tentang kewajiban mengganti shalat fardhu yang ditinggalkan di masa lalu, namun kalau bicara tentang bagaimana teknis dalam mengerjakannya, memang mengundang khilafiyah.

Mengapa teknis shalat qadha’ ini masih terbilang khilafiyah

Penjelasannya sederhana saja, yaitu karena memang tidak ada contoh cara mengganti shalat yang ditinggalkan itu di masa Rasulullah SAW, atau juga di masa shahabat, bahkan juga tidak kita temukan dari masa tabi’in dan generasi salaf berikutnya.

Mengapa tidak ada contohnya?

Karena cerita orang sudah baligh tapi tidak shalat itu memang tidak pernah di masa Rasulullah SAW dahulu.

Jangankan meninggalkan shalat, lha hanya karena tidak ikut shalat berjamaah ke masjid saja, beliau SAW sampai mengancam mau membakar rumahnya.

Maka wajar kalau kita memang tidak menemukan contoh bagaimana tata cara mengganti shalat yang tidak dikerjakan sampai setahun lamanya.

Kalau sampai terjadi, pasti orang itu sudah dihukum dengan sangat keras, sampai mau shalat.

Kalau ada orang yang sampai tidak shalat sampai setahun, kejadiannya cuma di negeri kita sekarang ini saja.

Lantaran umat Islam di negeri kita ini rata-rata memeluk agama Islam sekedar berdasarkan keturunan saja, asal KTP-nya tertulis beragama Islam.

Sementara dari sisi pengamalan dan pelaksanaan, terus terang kita masih harus mengurut dada.

Coba kita perhatikan pada waktu sore hari saat jam pulang kantor, Jakarta dan sekitarnya penuh dengan kendaraan yang macet total berjam-jam.

Ketika kumandang adzan Maghrib terdengar, coba hitung berapa dari mereka yang kemudian masuk ke masjid untuk shalat, dan berapa yang tetap asyik dengan kemacetan mereka.

Tanpa harus bersu’uzdhan, tetapi faktanya kita menemukan lebih banyak yang tidak shalat ketimbang yang shalat.

Padahal waktu shalat Maghrib itu sangat terbatas. Mungkin sebagian mereka yang tidak shalat berasalan, toh nanti bisa dijamak di rumah, jadi tidak apa-apa kalau pas waktu macet tidak shalat.

Yang terasa sakit di dada kalau mendengar alasan itu dari mereka yang sebenarnya orang baik, shalih, bahkan rajin mengaji dan hadir di majelis taklim.

Kok bisa-bisanya macet membolehkan shalat Maghrib dijamak dengan Isya’ di rumah.

Ilmu dari mana yang dipelajarinya? Siapa yang mengajarkan ilmu sesat seperti ini?

Tetapi itulah Indonesia dengan rakyatnya yang 83% muslim, mereka nyaris tidak tahu bahwa shalat itu wajib dan kalau ditinggalkan wajib untuk diganti.

Sehingga kalau saya perkirakan, jangan-jangan kasus dimana ada orang Islam tapi tidak shalat selama bertahun-tahun itu bukan cuma satu atau dua kasus, tetapi jangan-jangan semuanya begitu.

Betapa rusaknya pemahaman agama kita kalau demikian faktanya.

Dan itu masih diperparah dengan fatwa yang membolehkan orang tidak perlu mengganti, cukup dengan memperbanyak shalat sunnah dan sedekah. Maka lengkap lah sudah permasalahan.

.

Ijitihad Dalam Teknis Mengganti Shalat

Sebagian ulama menjelaskan bahwa meski shalat sudah lama ditinggalkan, namun bukan berarti kita sudah terlepas dari beban kewajiban untuk mengerjakannya.

Tidak demikian.

Yang benar adalah bahwa nanti di akhirat kita akan tetap dimintai pertanggung-jawaban atas shalat yang pernah kita tinggalkan.

Jadi prinsipnya shalat itu tetap harus diganti. Adapun masalah waktunya, karena sudah terlewat, maka sudah tidak lagi terikat dengan waktu aslinya.

.

Coba perhatikan,

ketika Rasulullah SAW tanpa sengaja meninggalkan shalat shubuh bersama para shahabat beliau lantaran ketiduran, kapan kah beliau menggantinya? Apakah menunggu keesokan harinya biar jatuhnya pas waktu shubuh juga?

.

Ternyata tidak demikian.

Beliau dan para shahabat shalat shubuh begitu bangun dari tidur, yang pada saat itu matahari sudah terbit.

Artinya,

waktunya bukan lagi waktu shubuh, tetapi sudah masuk waktu dhuha’.

Bahkan beliau mengatakan bahwa siapa yang lupa mengerjakan shalat, maka segeralah dia shalat begitu ingat.

Oleh karena itu tidak ada ketentuan untuk mengganti shalat yang terlewat itu harus dikerjakan pada waktu shalat tertentu, sesuai dengan waktu shalat aslinya.

Silahkan saja mengganti shalat shubuh di waktu dhuha’, atau waktu Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya atau kapan pun.

Yang penting shalat itu harus diganti.

Cuma kalau mengganti shalat itu juga harus tahu, berapa jumlah shalat yang ditinggalkan agar kita tahu juga berapa kali shalat yang harus dilakukan untuk penggantian.

Misalnya ada orang pernah selama setahun penuh tidak shalat lima waktu, maka kita bisa perkirakan bahwa dalam setahun itu ada 365 hari.

Maka untuk mengganti shalatnya, ya kita lakukan sebanyak jumlah hari yang kita tinggalkan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, walau pun tidak ada dasar haditsnya :

Cara Pertama :

Menggabung Lima Shalat Dalam Satu Paket

Maksudnya kita shalat lima kali, yaitu Dzhuhur dulu 4 rakaat hingga salam. Selesai itu kemudian kita shalat Ashar 4 rakat kemudian salam. Selesai itu kemudian kita shalat Maghrib 3 rakat kemudian salam. Selesai itu kemudian kita shalat Isya’ 4 rakat kemudian salam. Dan terakhir kita shalat Shubuh 2 rakat  hingga.

Ini bisa kita kerjakan dalam satu rangkaian.

Dan tidak tertutup kemungkinan kita kerjakan dalam sehari tidak hanya satu paket, tetapi boleh saja dua paket, tiga paket atau terserah kita.

.

Ada juga yang mencicilnya dalam sehari semalam 5 paket.

Begitu selesai shalat shubuh, dia kerjakan satu paket yang terdiri dari lima kali shalat.

Nanti setelah shalat Dzhuhur kerjakan satu paket lagi dan begitu seterusnya. Jadi kalau sehari dapat lima paket, untuk mengejar 365 hari, bisa diselesaikan dalam hitungan 73 hari, atau dua bulan setengah.

.

Cara Kedua :

Paket Shalat Sejenis

Berbeda dengan cara pertama, cara ini adalah melakukan shalat yang sejenis berkali-kali.

Misalnya kita mau mengganti shalat shubuh, maka kita kerjakan shalat shubuh 2 rakaat hingga salam, kemudian berdiri lagi untuk shalat shubuh lagi, dan begitu terus menerus.

Mungkin dalam satu paket bisa saja terdiri dari 10 kali shalat shubuh, atau boleh juga 20 kali, 30 kali, atau kalau kuat ya 100 kali pun boleh.

Waktunya juga tidak harus terikat dengan waktu shubuh, boleh dikerjakan di waktu Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan juga Shubuh itu sendiri.

.

Dari kedua cara di atas,

mungkin bisa juga dikombinasikan antara keduanya.

Tetapi yang paling inti adalah bagaimana caranya kita bisa melunasi hutang sebelum malaikat Izrail datang.

Sebab kalau dia keburu datang, sementara hutang kita belum lunas terbayar, bisa celaka tujuh belas.

Maka bayarlah segera semua hutang dan jangan khawatir kalau lebih.

Yang kita khawatirkan kalau kurang, sebab membayarnya nanti di neraka dengan cara dibakar sampai hangus, lalu dibuatkan lagi kulit untuk sekedar dibakar lagi, dan begitu seterusnya.

Jadi masih lebih mending kalau membayar lebih, karena tidak akan sia-sia, malah jadi pahala yang memberatkan timbangan amal.

Aturan tadinya di surga kelas rakyat, karena punya banyak tambahan pahala, maka levelnya naik menjadi kelas VIP.

Itu saja prinsipnya,

semoga tercerahkan.

?

 

Ahmad Sarwat, Lc., MA
ahmad-sarwat
Rumah Fiqih Indonesia

=

Menurut riwayat / cerita di Pesantren

Dalam MEMBAYAR Utang Shalat ini , waktunya tidak terikat

artinya boleh dikerjakan setelah Shalat Ashar dan Shalat Subuh

مَطْلُ الغَنِيِّ ظُلْمٌ

Menunda-nunda pembayaran hutang bagi yang mampu merupakan sebuah kezhaliman.”

=

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

 
Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazani wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali wa a’udzubika minal jubni wal bukhli wa a’udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali
” Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia .”
Kata Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu:
” Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas semua hutangku.”
( HR Abu Dawud 4/353 )

=

Qadha Shalat

 

 

Mengqodha shalat merupakan masalah yang diperselisihkan antara para alim ulama. oleh karena itu, marilah kita tinjau secara singkat perbedaan pendapat tersebut:

(1)

Jumhur Ulama berpendapat bahwa bagi yang meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia telah berdosa besar dan wajib mengqadha shalatnya.
Pendapat ini berdasarkan  hadits Rasululah saw yang diriwayatkan Al-bukhari dan Muslim

: ما رواه البخاري ، ومسلم ، ” أن رسول الله صلى الله عليه و آله و سلم قال : من نام عن صلاة أو نسيها ، فليصلها إذا ذكرها

Rasulullah saw bersabda:
Barang siapa yang meninggakan shalat karena tidur atau lupa maka hendaknya ia sholat bila ingat. Hadits ini menunjukan bahwa siapa yang meninggalkan shalat dengan uzur maka wajib menggantinya bila mengingatnya. secara tersirat dapat dipahami bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja maka kewajiban menggantinya lebih utama dari pada yang meninggalkannya karena udzur.
Dan sepenggal firman Allah SWT

واقم ﺍلصلاة لذكري

merupakan perintah bagi yang meninggalkan shalat karena lupa agar segera melaksanakannya. Maka bagi yang meninggalkannya dengan sengaja lebih utama untuk menggantinya Demikian pula firmanNya

واقيمو الصلاة

Dalam ayat ini perintah Allah SWT agar mendirikan shalat tidak membedakan antara yang meninggalknnya karena uzur atau dengan sengaja

(2)

 

Al-Hafidz bin Hajar : Hadits Rasulullah SAW adalah hadits yang khusus artinya hadits yang ditujukan hanya bagi yang punya uzur meninggalkan shalat yaitu yang telah ditentukan yaitu karena tidur atau lupa
Demikian telah diuraikan secara singkat mengenai pendapat para ulama .

والله أعلم بالصواب

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

.

8 thoughts on “Shalat Yang Ditinggalkan Dua Tahun

  1. I’ve been looking high and low, and it seems that most liberal arts schools are populated by heavy drinkers and partiers, which I am not interested in. If I can, I’d like to double major in creative writing and journalism.. Thank you!.
    =========================================

  2. This is the perfect website for anybody who wishes to find out about this topic. You know a whole lot its almost hard to argue with you (not that I personally would want to…HaHa). You definitely put a brand new spin on a subject which has been written about for many years. Great stuff, just great!
    ============================

  3. Howdy! This article couldn’t be written any better! Reading through this post reminds me of my previous roommate! He continually kept talking about this. I will forward this information to him. Fairly certain he’s going to have a great read. I appreciate you for sharing!

  4. Good day! This is kind of off topic but I need some advice from an established blog. Is it very hard to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure things out pretty fast. I’m thinking about making my own but I’m not sure where to start. Do you have any ideas or suggestions? With thanks

  5. Oh my goodness! Amazing article dude! Thank you, However I am having difficulties with your RSS. I don’t know the reason why I am unable to join it. Is there anybody else getting similar RSS issues? Anyone that knows the solution will you kindly respond? Thanks!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s