Makan di Wadah Bekas Menu Babi / Anjing


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  –  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ –  أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Terkait dengan alat-alat yang digunakan untuk memasak atau alat-alat makan yang tersentuh oleh najis babi maka terjadi perbedaan pendapat dikalanga

Bagaimana Hukum Makan di Wadah Bekas Menu Babi …

http://www.referensimuslim.com/…/bagaimana-hukum-makan-di-wadah-b

 Wahbah Zuhaily memasukkan daging babi kedalam kelompok najis Tempat Makanan atau Alat Masak yang Terkena Makanan Haram?

Referensi Muslim.Com –

Assalamu’alaykum Ustadz, saya saat ini tinggal di Korea sbg pekerja. Negri ini adalah negri yg sangat banyak mengkonsumsi babi, hampir disemua restoran yang ada menyediakan menu babi. Yang ingin saya tanyakan:

1. Tiap kali makan direstoran saya pastikan makanan yg saya makan tidak mengandung babi ataupun minyak babi, tetapi bagaimana dengan najis yang ada ditempat masak dan makan yang sangat mungkin pernah digunakan untuk menu babi.

2. Lalu bagaimana pula sikap saya seharusnya jika saya diundang makan dirumah teman-teman korea, dimana sangat mungkin alat masak beserta piringnya pernah digunakan untuk menu babi. Dan jika memang tidak dibolehkan secara syari’ah, bagaimana juga seharusnya kita membangun silaturahmi dengan teman-teman Korea ini.

Terimakasih sebelumnya Ustadz,
Wassalam,

Jawaban :

  para ulama tentang cara mensucikannya :

1. Para ulama Syafi’i dan Hambali

Mengatakan bahwa alat-alat tersebut haruslah dicuci sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan tanah baik najisnya itu air liur, kencing, segala yang basah darinya atau bagian-bagiannya yang sudah kering namun disentuh dalam keadaan basah, berdasarkan sabda Rasulullah,

” Sucikan bejana salah seorang diantara kalian apabila terkena jilatan anjing dengan mencucinya sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah. ”

Dalam riwayat lain,

”permulaannya dengan tanah.”

Dalam riwayat lain,

” campurkan pada kali kedelapan dengan tanah.”

Disini babi disertakan bersama dengan anjing dikarenakan keadaan babi lebih buruk  darinya, berdasarkan firman Allah,

”Atau daging babi, sesungguhnya ia adalah rijs ( najis ).”

2. Adapun para ulama Hanafi dan Maliki

Berpendapat cukuplah mencuci bejana yang dijilat anjing tanpa menggunakan tanah,

alasan mereka bahwa riwayat-riwayat yang disebutkan didalamnya penggunaan tanah ada pada hadits yang mudhtharib ( simpang siur ),

 Ada yang menggunakan lafazh,-” yang pertama.”

 Ada dengan lafazh,-” salah satunya,”

Lafazh ke 3,-” kali yang lainnya.”

Riwayat ke 4, – ” yang ketujuh dengan tanah.”

Lafadz ke 5,”dan campurkan pada kali kedelapan dengan tanah.”

Kesimpang siuran ini mengharuskannya untuk dihilangkan.

 Dan sesungguhnya penyebutan tanah tidaklah tegas didalam setiap riwayat.

Sebagian dari para ulama madzhab Syafi’i

Berpendapat bahwa babi tidaklah seperti anjing sehingga mensucikanya cukup dengan sekali cuci tanpa tanah sebagaimana najis-najis lainnya karena nash yang disebutkan didalamnya penggunaan tanah hanyalah terhadap anjing saja.

.
Pendapat inilah yang dipilih oleh oleh Syeikh Ibnu al Utsaimin [  KSA ]

Didalam “ asy Syarh al Mumti’ ” bahwa para fuqaha—semoga Allah merahmati mereka—mengaitkan najisnya ( babi ) dengan najis anjing dikarenakan babi lebih buruk daripada anjing sehingga lebih utama ditetapkan hukumnya dengannya ( mencuci tujuh kali yang salah satunya dengan tanah, pen ) dari pada anjing.

Ini merupakan qiyas (analog) yang lemah karena babi tidaklah disebutkan didalam al Qur’an dan babi itu sudah ada pada masa Nabi saw serta tidak pula ia dikaitkan dengan anjing.

 Yang benar adalah bahwa najis babi sebagaimana najis lainnya yang penyuciannya sama dengan penyucian najis-najis lain.”

Dengan demikian apabila juru masak atau tukang cuci Restoran tersebut telah menyucikan alat-alat masak, makan tersebut dengan menggunakan air dan sabun walaupun hanya sekali cuci maka itu sudah cukup untuk anda bisa menggunakan alat-alat tersebut.
 .
Adapun memenuhi undangan makan orang-orang Korea di rumahnya maka tidaklah diharamkan untuk memenuhinya terlebih lagi apabila ada maslahat syar’i didalamnya, seperti :

Menyampaikan da’wah islam kepadanya.

 Dalam hal ini maka dibolehkan makan bersamanya selama anda meyakini bahwa makanan yang disuguhkannya adalah yang dihalalkan oleh Islam.

Sebagaimana pembahasan diatas tentang peralatan makan yang digunakan, seperti : piring, sendok, garpu maka gunakanlah peralatan-peralatan itu dalam keadaan kering dikarenakan najis tidaklah berpindah kecuali dalam keadaan basah setelah pula anda pastikan bahwa si pemiliknya telah mencucinya dengan bersih walaupun hanya dengan sekali cuci.

Tempat masak babi / anjing

Waalaikumussalam Wr Wb, Saudara Abdullah yang dimuliakan Allah Swt. Sebagaimana diketahui bahwa babi termasuk binatang yang najis dan diharamkan didalam islam berdasarkan firman-Nya :
Artinya :

 “ diharamkan bagimu ( memakan ) bangkai, darah, daging babi. ”

 ( QS. Al Maidah : 3 )

.

.Imam Nawawi mengatakan,

” Didalam ayat digunakan lafazh daging dikarenakan bagian inilah yang paling penting ( inti ).

Para ulama kaum muslimin telah bersepakat dengan pengharaman lemak, darah dan seluruh bagian tubuhnya .”

( Shahih Muslim bi syarhin Nawawi jild XIII/ 142 )

.

.DR. Wahbah Zuhaily memasukkan daging babi kedalam kelompok najis yang disepakati seluruh madzhab walaupun disembelih sesuai dengan syariat Islam karena nash Al Qur’an menunjukkan bahwa ia adalah najis ain ( dzatnya ).

 Oleh karena itu daging dan seluruh bagian tubuhnya berupa bulu, tulang dan kulitnya tetaplah najis walaupun sudah disamak.

 Sedangkan menurut ulama Maliki bahwa daging dari babi yang hidup baik urat, air mata, ingus maupun air liurnya adalah suci.

 ( al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, jilid I/302 )

والله أعلم بالصواب

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

.

 

8 thoughts on “Makan di Wadah Bekas Menu Babi / Anjing

  1. An outstanding share! I’ve just forwarded this onto a coworker who had been conducting a little research on this. And he in fact ordered me breakfast simply because I found it for him… lol. So let me reword this…. Thanks for the meal!! But yeah, thanks for spending time to discuss this issue here on your web page.
    ======================================================

  2. Oh my goodness! Impressive article dude! Thank you so much, However I am going through troubles with your RSS. I don’t know why I am unable to join it. Is there anybody else having identical RSS issues? Anyone who knows the answer can you kindly respond? Thanx!!
    ================================================

  3. I would like to thank you for the efforts you’ve put in writing this website. I’m hoping to view the same high-grade content by you in the future as well. In fact, your creative writing abilities has inspired me to get my very own site now😉

  4. Oh my goodness! Incredible article dude! Thank you, However I am experiencing troubles with your RSS. I don’t know why I am unable to join it. Is there anybody else getting identical RSS issues? Anyone that knows the answer can you kindly respond? Thanks!!

  5. you’re really a excellent webmaster. The website loading pace is amazing. It seems that you’re doing any unique trick. Furthermore, The contents are masterwork. you have done a wonderful activity on this matter!

  6. An interesting discussion is worth comment. I do believe that you should write more on this issue, it may not be a taboo subject but generally folks don’t speak about these issues. To the next! Kind regards!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s