SHALAT ‘IDAIN (Shalat dua Hari Raya) – BAB 21 – Syi ah / Sunni


Madzhab 4

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ – بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ – أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

 BAB 21

SHALAT ‘IDAIN

( Shalat dua Hari Raya )

 Para ulama berselisih pendapat tentang shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha , apakah hukumnya , wajib atau sunnah ? .

Madzhab Imamiyah dan Hanafi mengatakan kedua shalat ‘led itu hukumnya fardhu ‘ain dengan syarat-syarat yang ada pada shalat Jum’at .

Kalau syarat-syarat tersebut atau sebagian dari padanya tidak terpenuhi , maka menurut kedua madzhab tersebut kewajiban tersebut menjadi gugur .

Hanya Imamiyah menambahkan : Jika syarat-syarat wajib tidak terpenuhi , maka ia kerjakan sebagai shalat sunnah , baik secara berjama’ah maupun perorangan , dalam bepergian maupun mukim.

Madzhab Hambali mengatakan : Hukumnya fardhu kifayah .

Madzhab Syafi’i dan Maliki mengatakan : Hukumnya adalah sunnah muakkadah . 

  Waktu shalat ‘led.

Waktunya adalah sejak terbitnya matahari sampai tergelincirnya matahari ( waktu zawal ) , demikian menurut madzhab Imamiyah dan Syafi’I .

Sedangkan menurut Madzhab Hambali : Waktunya adalah sejak naiknya matahari setombak ( sampai waktu zawal ) .

Tentang khutbah pada shalat dua hari raya.

  Imamiyah mengata­kan kedua khutbah tersebut harus persis seperti khutbah Jum’at .

Se­dangkan madzhab-madzhab lainnya mengatakan khutbah itu hanya sunnah .

Adapun tentang letak khutbah tersebut , semua sependapat bahwa waktunya adalah sesudah shalat , berbeda dengan khutbah Jum’at yang disampaikan sebelum shalat .

Madzhab Imamiyah dan Syafi’i menyatakan : Shalat pada kedua hari raya itu sah dikerjakan , baik sendiri maupun berjama’ah .

Sedang­kan madzhab-madzhab lainnya mewajibkan berjama’ah dalam shalat ‘led itu.

Tata cara shalat ‘Ied .

 Menurut madzhab – madzhab tersebut adalah dua raka’at , dengan ketentuan sebagai berikut :

Hanafi : Niat , kemudian mengucapkan takbiratul ihram , kemudian mengucapkan puji , TAKBIR 3 x yang diselingi dengan diam sejenak sekedar bacaan TAKBIR 3 x , atau juga boleh mengucapkan :

Subhanallah walhamdulillah wala Ilaha illallah wallahu akbar

Kemudian membaca : Auzubillahi Minasyaithonirazim ” .

Dan setelah itu membaca Al-Fatihah dan salah satu surat , lalu ruku’ dan sujud . Rakaat kedua , mulai dengan membaca Al-Fatihah dan salah satu surat, kemudian mengucapkan Takbir 3 x , kemudian ruku’ dan sujud, lalu menyempurnakan shalat hingga selesai.

Syafi’I : Mengucapkan takbiratul ihram , kemudian membaca doa iftitah , kemudian mengucapkan TAKBIR 7 x yang antara tiap-tiap 2 x TAKBIR itu diselingi ucapan : Subhanallah walhamdulillah wala Ilaha illallah wallahu akbar , secara perlahan . Kemudian mengucapkan : Auzubillahi Minasyaithonirazim Yang dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah dan surat Qaf . Kemudian ruku’ dan sujud .

Ketika bangkit ke Rakaat kedua , mengu­capkan takbir yang kemudian ditambah dengan TAKBIR 5 x lagi, yang antara 2 x TAKBIR diselingi dengan ucapan : Subhanallah walhamdulillah wala Ilaha illallah wallahu akbar Kemudian membaca Al-Fatihah dan surat Iqtarobat serta menyem­purnakan shalat hingga selesai.

 Hambali : Membaca doa iftitah , kemudian mengucapakan TAKBIR 6 x , yang antara tiap-tiap 2 x TAKBIR itu mengucapkan : Allahu Akbar kabira, walhamdulillahi kasira wasubhanallahi ibukratan wa asila , washalallahu ‘ala Muhammaddin wa ‘alihi wassalama tasliman ”.

Kemudian membaca Auzubillahi Minasyaithonirazim dan basmalah , lalu diteruskan dengan membaca Al-Fatihah dan surat Al-A’la ( hingga selesai ) .

Kemudian menyempurnakan rakaat pertama hingga selesai dan diteruskan dengan Rakaat kedua .

Pada rakaat kedua mengucapkan TAKBIR  5 x. selain dari ucapan takbir untuk bangkit ke rakaat kedua . Yang antara tiap – tiap dua takbir tersebut diselingi dengan ucapan yang sama dengan apa yang dibaca pada rakaat pertama tadi .

Kemudian mengucapkan basmalah dite­ruskan dengan membaca Al-Fatihah dan surah Al-Ghasyiyah , kemudian ruku’ dan seterusnya hingga selesai shalat.

 Maliki : Mengucapkan takbiratul ihram , dilanjutkan dengan ucapan TAKBIR 6 x , lalu membaca surat : Al-fatihah dan Surat Al-A’la, lalu ruku’ dan sujud . Kemudian bangkit ke …….

Rakaat kedua sambil mengucapkan takbir, ditambah dengan TAKBIR 5 x sesudahnya , lalu dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Syamsi atau yang sepertinya , kemudian menyempurnakan shalat hingga selesai .

Imamiyah : Mengucapkan takbiratul ihram , lalu membaca surat Al-Fatihah dan salah satu surat , kemudian mengucapkan TAKBIR  5 x yang pada tiap-tiap satu takbir diselingi dengan doa qunut .

Ke­mudian ruku’ dan sujud. Ketika bangkit ke……[ tidak Takbir  ketika pindah gerak  / rakaat ]

Rakaat kedua, membaca Al-Fatihah dan salah satu surat, lalu mengucapkan TAKBIR  4 x, yang diselingi dengan

doa qunut pada tiap-tiap satu takbir .

Kemu­dian ruku’, dan menyempurnakan shalat sampai selesai.  

والله أعلم بالصواب

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s