TEMPAT ORANG SHALAT – BAB 15 – Syi ah / Sunni


Madzhab 4

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ – بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ – أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

BAB 15

 TEMPAT ORANG SHALAT

 Tempat Ghashab ( Rampasan ) UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT.

Imamiyah : Bila shalat di tempat ghashab , maka batal shalatnya , sama dengan pakaian ghashab , kalau melakukannya dengan sengaja dan ia tahu bahwa tempat itu hasil rampasan.

Madzhab-madzhab lain : Shalatnya tetap sah , tetapi orang yang shalat di tempat tersebut tetap dosa , karena larangan itu tidak berlaku dalam shalat , hanya berlaku dalam tindakan , sama dengan shalat yang memakai pakaian ghashab.

Pendapat empat madzhab yang menyatakan tetap sahnya shalat bagi orang yang memakai harta ghashab ( ini adalah sangat jauh berbeda dengan pendapat Syiah Zaidiyah yang menyatakan bahwa orang yang memiliki harta , tidak sah shalatnya selama hartanya yang dighashab itu masih berada di tangan orang lain ) karena larangan itu berlaku untuk tindakan ghashab.

Imamiyah : berada di tengah-tengah antara dua pendapat terse­but , yaitu dengan menyatakan tetap sah shalatnya orang yang me­miliki harta dan orang yang diizinkannya , tetapi mereka menyatakan batal shalatnya orang yang meng-ghashab dan tidak mendapat izin orang yang memilikinya.

Imamiyah juga telah membolehkan shalat di bumi yang sangat luas ini bila tidak bisa atau sangat sukar bagi manusia untuk mencari tempat shalat, dan juga kalau tidak berhasil mendapatkan izin dari yang memilikinya.

Tempat Shalat Harus Suci .

Empat mazhab :

Tempat shalat itu harus suci dari najis , baik yang menular ( membahayakan ) maupun tidak , maksudnya najis yang kering maupun najis yang masih basah

Syafi’i ;

lebih tegas dengan mengatakan bahwa setiap benda yang melekat pada badan orang yang shalat dan pakaiannya adalah wajib suci.

Bila menyentuh dinding yang najis , atau pakaian yang najis , atau memegang najis , atau memegang tali yang terkena najis , maka batallah shalatnya.

Hanafi :

Yang harus suci cukup hanya tempat kedua kaki dan muka saja.

Imamiyah :

hanya mensyaratkan tempat wajah ( dahi ) saja yang harus suci , maksudnya tempat sujudnya.

Sedangkan selain tempat sujud itu , maka tidak sampai membatalkan shalat , dengan syarat tidak sampai membasahi badan orang yang shalat itu dan pakaiannya.

Shalat di Atas Binatang Kendaraan.

Hanafi dan Imamiyah :

Mensyaratkan tempat shalat itu tetap.

Ma­ka dari itu , tidaklah layak bershalat di atas binatang kendaraan dan tidak pantas kalau shalat di dalam buaian ( gendongan ).

Tapi bila darurat , tidak apa-apa , karena yang dalam keadaan udzur itu boleh melakukan shalat semampunya.

Syafi’I , Maliki dan Hambali :

Sah shalat di atas binatang yang ditunggangi ketika aman dan diam , kalau mencukupi beberapa syarat.

Shalat di Dalam Ka’bah.

 Imamiyah, Syafi’i dan Hanafi :

Boleh shalat di dalam Ka’bah baik fardhu maupun sunnah.

Maliki dan Hambali :

Boleh kalau shalat sunnah, tapi kalau shalat fardhu tidak boleh.

Wanita Shalat di Samping Lelaki.

Sekelompok dari Imamiyah :

Kalau lelaki dan wanita disatu tem­pat , dan wanita itu di mukanya  ( di depannya )  atau sejajar , serta tidak ada batas antara keduanya atau lebih dari sepuluh hasta jaraknya , maka shalat orang yang memulai lebih dahulu ( pertama kali ) ( baru pertama kali melakukannya )  tidak­lah batal  , sedangkan orang yang shalatnya kemudian adalah batal , tetapi bila waktu memulainya bersamaan , maka shalat keduanya batal.

Hanafi :

kalau wanita lebih maju ( di depannya ) atau sejajar de­ngan lelaki , maka batallah shalatnya dengan syarat tempatnya di satu tempat dan tidak dipisahkan antara keduanya dengan batas satu hasta , juga bahwa wanita itu masih memiliki daya tarik , dan tidak sejajar dengan betis dan mata kaki dan bukan pada shalat jenazah , serta shalatnya itu harus bersamaan , seperti kalau wanita itu mengikuti satu Imam atau dua orang Makmum yang mengikuti seorang Imam.

Syafi’I , Hambali dan kebanyakan dari Imamiyah :

Shalatnya tetap sah , hanya dimakruhkan.

Letak Sujud Dahi.

 Semua ulama madzhab :

Sepakat bahwa letaknya dahi adalah wajib tetap ( tidak bergerak ) dan tidak lebih tinggi dari letak dua lutut dengan ketinggian yang tidak biasanya.

Hanya mereka berbeda pendapat tentang di atas apa sahnya sujud itu.

Imamiyah :

Bersujud itu tidak boleh kecuali di atas tanah , atau dari tumbuh-tumbuhan yang tidak dimakan atau tidak dipakai ( dijadikan pakaian ).

Maka orang yang shalat tidak boleh bersujud di atas wol , kapas dan barang tambang , juga tidak boleh di atas tumbuhan yang tumbuh di atas air , karena air itu bukan bumi.

Tetapi mereka ( Imamiyah ) membolehkan bersujud di atas kertas , karena bahannya dari tumbuh-tumbuhan yang dari bumi.

Alasannya karena sujud itu adalah merupakan ibadah syar’iyah , ibadah yang bersifat dogmatis yang memerlukan cara-caranya berdasarkan nash.

Semua ulama madzhab :

Sepakat bahwa bersujud di atas bumi itu adalah sah , dan di atas tumbuh-tumbuhan yang dari bumi.

Dan agar lebih meyakinkan , kami kutip sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa ‘Alihi wa Sallam :

“ Tidaklah sempurna shalat di antara kamu sampai ia berwudhu sebagaimana yang diperintahkan Allah, kemudian menyujudkan dahinya di atas bumi sedapat mungkin ”. 

Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa ‘Alihi wa Sallam yang lain :

“ Bumi ini diciptakan sebagai tempat sujud dan suci ”.

Khabbab berkata : Kami melaporkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa ‘Alihi wa Sallam tentang panasnya matahari yang memancarkan sinar teriknya pada bumi ke dahi-dahi kami bersujud. Tetapi beliau sendiri belum pernah mengadu ( mengeluh ) pada kami.

Maka seandainya sujud itu boleh di atas kasur , sudah tentu mereka tidak akan mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa ‘Alihi wa Sallam.

 Imamiyah :

Boleh sujud di atas kapas dan rami untuk kain linen bila dalam keadaan darurat.

Empat madzhab :

Boleh bersujud di atas apa saja walau sampai di atas ujung dan lilitan surban dengan syarat ia suci.

Hanafi :

Boleh bersujud di atas telapak tangan , hanya makruh bila tidak dalam keadaan darurat.

والله أعلم بالصواب

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

.

13 thoughts on “TEMPAT ORANG SHALAT – BAB 15 – Syi ah / Sunni

  1. Hi, I do think this is a great blog. I stumbledupon it😉 I may come back once again since i have book-marked it. Money and freedom is the greatest way to change, may you be rich and continue to guide other people.
    ===========================

  2. You are so cool! I do not suppose I have read anything like that before. So nice to discover somebody with a few unique thoughts on this subject. Seriously.. thank you for starting this up. This site is something that’s needed on the internet, someone with some originality!

  3. This is the perfect website for everyone who would like to find out about this topic. You know so much its almost tough to argue with you (not that I really will need to…HaHa). You definitely put a new spin on a subject that’s been discussed for many years. Wonderful stuff, just great!

  4. The next time I read a blog, Hopefully it won’t fail me as much as this one. After all, Yes, it was my choice to read, nonetheless I actually thought you’d have something useful to say. All I hear is a bunch of crying about something you can fix if you were not too busy searching for attention.

  5. Do you mind if I quote a few of your posts as long as I provide credit and sources back to your website? My website is in the exact same area of interest as yours and my visitors would genuinely benefit from some of the information you provide here. Please let me know if this ok with you. Appreciate it!

  6. I’m amazed, I must say. Seldom do I encounter a blog that’s equally educative and entertaining, and let me tell you, you have hit the nail on the head. The issue is something too few folks are speaking intelligently about. Now i’m very happy that I came across this in my hunt for something relating to this.

  7. I’d like to thank you for the efforts you have put in writing this website. I’m hoping to see the same high-grade blog posts by you later on as well. In fact, your creative writing abilities has motivated me to get my own website now😉

  8. Having read this I believed it was extremely enlightening. I appreciate you finding the time and effort to put this informative article together. I once again find myself personally spending a significant amount of time both reading and commenting. But so what, it was still worth it!

  9. I Would like to utter your report can be present as amazing. The clarity in your post is simply great and i can weigh up you are a certified within this subject. To all intents and purposes with your permission let me to get your supply to keep well-run with helpful place of duty. Thankfulness a million and please be awake the gratifying work.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s