Betina Liar dari Kerajaan Arab Saudi


 Meshal Alayban (Foto: EPA)

CALIFORNIA – Seorang putri dari Arab Saudi terancam hukuman penjara di California, Amerika Serikat (AS). Istri dari seorang pangeran itu, dituduh melakukan perbudakan dan perdagangan manusia.

Meshal Alayban membawa seorang perempuan asal Kenya ke Amerika Serikat pada Mei lalu dan membayarnya uang sebesar USD200 atau sekira Rp2,1 juta (Rp9.968 per USD) per bulan. Alayban menahan paspor perempuan Kenya itu dan menahannya di kompleks apartemen tempatnya tinggal di Irvine, California.

“Pekerja asal Kenya itu dipaksa untuk mencuci, masak, membersihkan rumah dan menyetrika tanpa ada hari libur,” ujar jaksa penuntut, seperti dikutip Associated Press, Kamis (11/7/2013).

“Satu-satunya kegiatan di mana pekerja Kenya itu diperbolehkan untuk keluar rumah adalah saat dirinya mengangkat koper keluarga Alayban, ketika mereka hendak berlibur,” imbuhnya.

Ketika rumah Alayban digeledah, pihak berwenang menemukan empat orang perempuan Filipina di rumah itu. Paspor dari keempatnya juga ditahan oleh Alayban. Penyelidikan tengah dilakukan guna mencari tahu keempat perempuan Filipina itu termasuk dalam korban perdagangan manusia.

Polisi menangkap Putri Arab Saudi berusia 41 tahun tersebut di tempat tinggal miliknya. Kejahatannya ini terkuak setelah perempuan Kenya yang ditahannya berhasil kabur dan meminta bantuan dari seorang supir bus.

Menurut keterangan pihak jaksa, warga Kenya yang menjadi korban penyiksaan ini bekerja dengan Alayban berdasarkan kontrak selama dua tahun. Sebuah perusahaan tenaga kerja menjanjikannya imbalan sebesar USD1.600 atau sekira Rp15,9 juta, untuk bekerja selama delapan jam dalam lima hari.

Namun kenyataannya berbeda. Perempuan Kenya itu justru diperbudak oleh istri dari Pangeran Abdulrahman bin Nasser bin Abdulaziz al Saud tersebut.

Kini Alayban dihadapkan pada dakwaan perdagangan manusia atas tindakannya. Bila dinyatakan bersalah, Alayban dihadapkan pada hukuman penjara 12 tahun.(faj)

http://international.okezone.com/read/2013/07/11/412/835320/lakukan-perbudakan-putri-arab-saudi-terancam-dipenjara

 VIVAnews – Seorang putri Kerajaan Arab Saudi bernama Meshael Alayban ditahan polisi daerah Irvine, California, Amerika Serikat pada Selasa kemarin, atas tuduhan terlibat kasus perdagangan manusia. Alayban dituduh telah menyiksa asisten rumah tangganya yang berasal dari Kenya dengan memberikan jam kerja di luar batas kemanusiaan.

Laman ABC, Kamis 11 Juli 2013 melansir, asisten rumah tangga asal Kenya itu kabur dari kondominium tempat Alayban bermukim di AS pada Selasa kemarin, karena dipaksa bekerja selama tujuh hari seminggu tanpa istirahat serta gaji yang minim. Saat wanita Kenya itu naik bus dengan membawa sebuah koper, seorang penumpang bertanya kepadanya.

Dengan wajah penuh depresi, wanita Kenya itu akhirnya berbagi cerita kepada seorang penumpang di dalam bus. Alhasil penumpang itu kemudian menghubungi polisi dan Alayban langsung ditahan polisi hari itu juga.

Dalam sidang pertamanya yang digelar hari Rabu kemarin, hakim pengadilan Santa Ana, California menetapkan jaminan sebesar US$5 juta atau Rp49,8 miliar dan mewajibkan Alayban menggunakan alat pelacak posisi atau GPS. Namun Alayban absen dalam sidang pertamanya itu.

Alayban baru muncul dalam sidang pengadilan yang digelar hari Kamis kemarin. Dia diketahui telah menyerahkan uang jaminan untuk membebaskannya dari tahanan.

Alayban juga tidak melakukan pembelaan terhadap kasusnya itu. Menurut pengacara Alayban, Paul Meyer, kasus yang kini tengah membelit kliennya tidak lebih dari sekedar pelanggaran kontrak kerja.

Meyer juga sempat mengatakan tidak perlu mengenakan uang jaminan, karena kliennya amat kaya. Alayban disebut sudah kerap bepergian ke AS sejak dia masih kecil.

“Kasus ini merupakan pelanggaran jam kerja semata,” ujar Meyer.

Namun hal itu dibantah mentah-mentah oleh Jaksa penuntut, Tony Rackauckas. Menurut Rackauckas, kasus yang membelit Alayban lebih mendekati kepada tindakan perbudakan manusia.

“Ini merupakan tindakan penyekapan seseorang secara paksa,” ujar Rackauckas di hadapan pengadilan pada Rabu kemarin.

Hal itu kembali ditegaskan Rackauckas dalam sidang Kamis kemarin. Dalam keterangan yang dia peroleh dari korban, sang asisten rumah tangga diwajibkan untuk melayani delapan orang yang tinggal di apartemen itu.

Dia sengaja meninggalkan Kenya untuk bekerja di Arab Saudi demi bisa membiayai pengobatan putrinya yang sedang sakit. Wanita Kenya itu dijanjikan hanya bekerja selama delapan jam per hari, lima hari dalam seminggu dengan gaji US$1600 atau Rp15,9 juta per bulannya.

Namun kenyataannya, dia hanya menerima bayaran US$220 atau Rp2,1 juta setiap bulan dan diharuskan bekerja selama 16 jam sehari, tujuh hari seminggu serta tanpa istirahat.

“Saat dia tiba di kediaman rumah keluarga ini, isi kontrak kerja sudah dilanggar. Visa dan paspor wanita ini bahkan disita oleh majikannya. Dia bahkan harus bekerja selama tujuh hari seminggu, 16 jam per harinya,” kata Rackauckas.

Rackauckas menyebut perlakuan itu tetap diterima sang asisten rumah tangga saat mereka tiba di AS bulan Mei kemarin. Paspor dan visa dikembalikan saat pemeriksaan di imigrasi bandara, setelah itu disita kembali.

Hal serupa juga diungkap oleh pengacara wanita Kenya itu, Steve Barick. Menurut Barick, selama bekerja untuk keluarga tersebut, kliennya tidak lebih dari sekedar budak.

“Dia tidak dapat keluar secara bebas. Dia bahkan diintimidasi, dijanjikan satu hal, namun kenyataan yang dia temui berbeda. Dia bekerja melebihi jam kerja dan dibayar dengan upah yang minim,” kata Barick.

Menurut Rackauckas, selain wanita asal Kenya itu,  Alayban juga mempekerjakan empat orang asisten rumah tangga lainnya asal Filipina. Kondisinya setali tiga uang.

Kendati begitu, pihak pengadilan tidak menemukan adanya indikasi tindak kekerasan yang dialami korban. Sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan dakwaan pada Senin 29 Juli 2013 mendatang.

Apabila terbukti bersalah, maka  Alayban terancam hukuman penjara 12 tahun.  Alayban merupakan satu dari enam istri Pangeran Arab Saudi, Abdulrahman bin Nasser bin Abdulaziz al Saud. (sj)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s