Khitan Atas Wanita

.

Sudah ribuan tahun lamanya manusia melakukan khitan ( bersunat, menurut bahasa Melayu ). Dan hal ini bukan sekedar kebiasaan atau peranan budaya belaka, akan tetapi merupakan syariat Islam yang sudah berusia ribuan tahun.

Khitan mula-mula dilakukan oleh nabi Ibrahim AS. Menurut hadis Bukhari beliau melakukan sendiri khitan tersebut pada usia 80 tahun.

Dalam mazhab Syafi’i berkhitan hukumnya wajib baik pada diri laki-laki maupun pada diri wanita. Di dalam sebuah hadis Rasulullah Saw. memakai kata khitan pada diri laki-laki dan perempuan ketika keduanya melakukan hubungan suami istri.

.

Dari Aisyah Ra. bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:

Apabila bertemu dua khitan maka wajiblah mandi. Aku ( Aisyah ) dan Rasulullah telah melakukannya lalu kami berdua mandi ”.

( HR. Ahmad, Turmidzi, Ibnu Majah, Shahih ).

.

Perhatikanlah kata ‘bertemu dua khitan’ dengan jelas disebutkan sebagai pengganti atas ungkapan yang menggambarkan hubungan suami istri.

Artinya, sejak zaman Rasulullah khitan telah pun dilakukan masyarakat Islam di sana.

.

Masyarakat Indonesia yang mayoritas bermazhab Syafi’i juga tidak pernah meninggalkan khitan atas anak-anak mereka.

Anak laki-laki biasanya dikhitan saat mereka mengkhatamkan al qur’an.

Seiring dengan walimah syukuran atas khataman tersebut, dilakukanlah khitan atas sang anak itu.

Walimah khitan sekaligus walimah khataman al qur’an sangat popular dan sudah menjadi budaya di tengah-tengah masyarakat Indonesia selama ratusan tahun.

Tradisi yang tumbuh dari akar syariat Islam ini, tidak dapat dipungkiri telah menjadi “budaya syariat” di kalangan masyarakat Islam Indonesia secara luas.

.

Imam empat madzhab berbeda pendapat mengenai hukum berkhitan ini

Imam Syafi’i memutuskan bahwa berkhitan itu hukumnya wajib baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Kitab-kitab yang memuat kewajiban khitan itu antara lain:

1. I’anatut Thalibin, Sayyid Abi Bakri Syatha’, jilid 4 halaman 174;

2. Hawasyi Imam Syarwani, jilid 1 halaman 142;

3. Mughi al Muhtaj, Imam Khatib Syarbaini, jilid 4 halaman 202;

4. Fat-hul Bari, Imam Ibnu Hajar Al Asqalani, Jilid 10 halaman 340 dan 347;

dan lain sebagainya.

.

Adapun Imam Hanafi ( Madzhab Hanafi ), Imam Maliki ( Madzhab Maliki ) dan Imam Ahmad ( Madzhab Hambali ) mengatakan sunnah hukumnya khitan atas wanita.

Dengan demikian, nyatalah bagi kita bahwa khitan atas wanita merupakan syari’at Islam dan telah pun dijabarkan dalam ratusan buku-buku Ulama Islam se dunia.

Dan, perlu ditegaskan di sini bahwa tidak ada satu Madzhab pun yang mengharamkan, memakruhkan, apalagi melarang khitan atas wanita!

.

Hadis-hadis Tentang Khitan Wanita

Dari Abi Malih bin Usamah dari bapaknya, sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda,

“ Khitan merupakan ketetapan Rasulullah bagi laki-laki ( yang hukumnya wajib ) dan makrumah, yakni kemuliaan bagi wanita ”.

( HR. Ahmad ).

.


Dari Abdillah bin Umar secara marfu’ dengan lafazh:

“ Wahai wanita-wanita Anshor warnailah kuku-kuku kamu ( dengan inai dan lainnya) dan berkhifadohlah ( berkhitanlah ) kamu semua, tetapi janganlah berlebih-lebihan dalam berkhitan itu, mudah-mudahan dengan khitan itu kamu mendapat kenikmatan.

( Imam Syaukani, dalam kitab Nailul Author ).

.


Dari Umi Athiyah Ra. ada seorang wanita yang bekerja sebagai tukang khitan wanita di kota Madinah, maka Rasulullah bersabda kepadanya,

“ Janganlah berlebih-lebihan dalam melakukan khitan itu, khitan yang sederhana itu paling membahagiakan wanita dan sangat disukai oleh laki-laki ”.

( HR. Imam Abu Dawud )

.


Dari Ad Dhohhak bin Qais, bahwa di Madinah ada seorang tukang khitan wanita, wanita itu bernama Umu Atia. Maka Rasulullah telah bersabda kepadanya,

“ Lakukanlah khitan itu kepada kaum wanita, tetapi jangan berlebih-lebihan, karena khitan yang sederhana itu mempercantik wajah dan menguntungkan suaminya.”

( HR. Thabrani )

.

Dari hadits-hadits di atas jelaslah bagi kita bahwa khitan bagi wanita dalam Islam merupakan suatu perkara yang disyariatkan dan bukan sekedar budaya belaka.

Hal ini perlu digaris bawahi sebab akhir-akhir ini ada usaha segelintir manusia yang diracuni paham sekuler dan menjadi antek asing, yang ingin memberangus syariat khitan atas wanita dari bumi Indonesia tercinta ini.

Gerakan anti khitan wanita bermula dari keputusan WHO ( Organisasi Kesehatan Dunia ) dibawah PBB ( Perserikatan Bangsa-bangsa ), yang melarang dilakukannya khitan tersebut.

Departemen Kesehatan Indonesia pernah mengeluarkan Surat Edaran yang melarang khitan wanita.

Hal itu termaktub pada Surat Edaran (SE) Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes RI Nomor HK 00.07.1.31047 a, tertanggal 20 April 2006, tentang Larangan Medikalisasi Sunat Perempuan bagi Petugas Kesehatan.

Sejak itu petugas kesehatan di seluruh Indonesia tidak berani melakukan khitan lagi.

Masyarakat Islam Indonesia pun menjadi heboh.

Banyak yang bertanya kepada para Ulama dan Kiyai tentang masalah pelarangan itu.

Pertanyaan dan permintaan fatwa pun dilayangkan ke Majelis Ulama Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemudian mengeluarkan fatwa tentang hukum pelarangan khitan terhadap perempuan, Nomor 9A tahun 2008, yang isinya mengatakan bahwa :

pelarangan tersebut bertentangan dengan ketentuan syariah.

Kemudian dalam rapat pimpinan Majelis Ulama Indonesia tahun 2009, MUI mengundang Menteri Kesehatan dan beberapa Direkturnya untuk membicarakan pelarangan khitan atas wanita tersebut, serta menjelaskan bahwa tindakan pelarangan itu bertentangan dengan syariat Islam.

Hasilnya terbitlah Peraturan Menteri Kesehatan No. 136/MENKES/PER/2010 yang mengatur Khitan terhadap perempuan ditanda tangani oleh Menteri Kesehatan RI saat itu, yaitu alm. Endang Rahayu Sedyaningsih, semoga Allah mengasihi dan membalas jasa beliau.

Dan, Alhamdulillah, sejak tahun 2010 tersebut khitan wanita di Indonesia diperbolehkan kembali.

Gerakan Anti Khitan atas Wanita dan para Antek Asing perlu menyadari bahwa Negara Indonesia adalah Negara Indonesia adalah Negara yang berdaulat, Negara hukum yang ber-asas-kan Pancasila dan berdasarkan UUD 1945.

Siapa pun tidak berhak mengobrak-abrik Negara ini.

Apalagi, baik Pancasila maupun UUD 1945 telah menjamin tiap-tiap warga negara untuk dapat menganut serta melaksanakan ajaran agamanya secara bebas.

Memberangus khitan sama dengan melarang rakyat Indonesia yang beragama Islam untuk menjalankan ajaran agamanya….!

.

.

Hujjah Kelompok Anti Khitan

.

Sebagian mereka yang anti khitan mengatakan bahwa perlakuan khitan terhadap wanita akan merusak alat kelamin mereka.

Padahal khitan yang dilakukan dalam Islam hanyalah menghilangkan jaldah, yakni kulit pelapis ujung clitoris saja.

Tidak menghilangkan clitoris,

[ apabila clitorisnya hilang , para suami tentu akan mencarinya kedalam labirin ]

.

apa lagi melukainya sampai meninggalkan bekas.

Rasul menegaskannya dalam hadis hadis di atas.

Dengan demikian tuduhan mereka bahwa khitan wanita merusak alat kelamin tidak terbukti sama sekali.

Apakah para penganut faham Anti Khitan tidak melihat betapa kenyataannya ibu-ibu kita, yang semuanya telah dikhitan itu, ternyata tidak mengalami cedera atau “ aib badan ” seperti yang mereka khawatirkan itu…….?

Ada seorang pentolan anti khitan yang menjabat ketua LSM, yang rajin mengumpulkan dana dari umat Islam untuk membantu Palestina.

Orang ini sering melontarkan ucapan bahwa manfaat khitan pada wanita sama sekali tidak ada.

Kami menjawab orang ini melalui tulisan ini, bahwasanya syariat Islam yang merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya tidak boleh diberangus hanya karena kebodohan manusia yang belum sampai taraf ilmu pengetahuan mereka tentang manfaat dari suatu masalah yang disyariatkan tersebut.

Cukuplah sudah cacat sejarah yang pernah terjadi ratusan tahun yang lalu, di mana para penganut ilmu pengetahuan yang radikal, pernah memerangi ilmuwan dan pengikut faham bahwa bumi itu bulat.

Dan karena faham bumi itu bulat dianggap bertentangan dengan ilmuwan yang menganggap bahwa bumi itu ceper, maka kemudian muncul gerakan yang memberangus para ilmuwan dan pengikut faham bumi itu bulat.

Kekerasan hati mereka akibat pengaruh fanatisme ilmu yang mereka miliki saat itu, menyebabkan mereka jadi beringas, sampai-sampai membuat mereka sanggup membunuh para ilmuwan yang mengatakan bahwa bumi itu bulat.

Apakah gerakan anti khitan ini akan menempuh kesalahan dan “cacat sejarah “ yang sama….?

Semoga khitan wanita yang merupakan syari’at Islam dan kemuliaan atas wanita dapat dipertahankan di bumi Pancasila ini. Dan, sebagai penganut agama Islam, khususnya yang bermadzhab Syafi’i, kita wajib melawan hujjah dan gerakan mereka yang anti khitan itu.

Wallahu a’lam Bishshowab.

http://tengkuzulkarnain.net/index.php/artikel/sorban/fiqih/157/khitan-atas-wanita.html

.

12 thoughts on “Khitan Atas Wanita

  1. Having read this I thought it was rather informative. I appreciate you spending some time and effort to put this article together. I once again find myself spending a lot of time both reading and leaving comments. But so what, it was still worthwhile!
    =======================================

  2. Thanks a lot for providing individuals with an exceptionally terrific possiblity to read from here. It is often very awesome and also jam-packed with fun for me and my office acquaintances to search your website not less than thrice in a week to read the fresh items you have. Not to mention, I’m certainly motivated for the exceptional hints served by you. Certain 4 ideas on this page are certainly the simplest we have all had.
    ======================

  3. Howdy! This blog post could not be written any better! Looking through this post reminds me of my previous roommate! He continually kept talking about this. I will forward this information to him. Fairly certain he’s going to have a good read. Thank you for sharing!

  4. After looking over a handful of the articles on your web site, I honestly like your technique of blogging. I bookmarked it to my bookmark website list and will be checking back soon. Please visit my web site as well and tell me how you feel.

  5. The very next time I read a blog, I hope that it does not disappoint me just as much as this particular one. After all, Yes, it was my choice to read, however I actually believed you would have something interesting to talk about. All I hear is a bunch of whining about something you can fix if you weren’t too busy seeking attention.

  6. Having read this I believed it was extremely enlightening. I appreciate you finding the time and energy to put this informative article together. I once again find myself spending a lot of time both reading and leaving comments. But so what, it was still worth it!

  7. You made some good points there. I looked on the internet for more info about the issue and found most individuals will go along with your views on this website.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s