Upaya Pelarangan Khitan Perempuan

.

JAKARTA, KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah ormas Islam menolak upaya pelarangan khitan perempuan oleh pihak mana pun dengan alasan merupakan ajaran agama yang pelaksanaannya sebagai hak asasi manusia yang dilindungi undang-undang dasar.

“Tata cara pelaksanaan khitan perempuan menurut ajaran Islam cukup dengan hanya menghilangkan selaput yang menutupi klitoris. Ajaran Islam melarang praktik khitan yang dilakukan berlebih-lebihan, seperti memotong atau melukai klitoris yang mengakibatkan bahaya,” kata Ketua MUI Dr KH Ma’ruf Amin di Gedung MUI Jakarta, Senin (21/1/2013).

Ia mengatakan, pihaknya bukan mewajibkan atau tidak mewajibkan khitan perempuan, melainkan menolak adanya larangan khitan bagi perempuan. Dia mengatakan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa khitan bagi perempuan adalah “makrumah” atau ibadah yang dianjurkan. Menurut dia, tidak satu ulama pun yang melarang khitan bagi perempuan sehingga setiap rumah sakit di Indonesia harus menerima jasa khitan.

“Khitan merupakan bagian dari ajaran agama Islam dan termasuk bagian ibadah, yang sangat dianjurkan bagi umat Islam baik bagi laki-laki maupun perempuan. MUI dan ormas Islam menolak dengan tegas pelarangan khitan perempuan oleh pemerintah atau pihak mana pun,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Dr Amirsyah Tambunan.

Amirsyah mengatakan, Peraturan Menteri Kesehatan No 1636/MENKES/PER/XI/2010 tentang Sunat Perempuan telah sesuai dengan amanat UUD 1945, Fatwa MUI, dan aspirasi umat Islam. Karenanya, MUI dan ormas Islam mendukung Permenkes tersebut.

MUI meminta pemerintah untuk tidak mengindahkan setiap upaya dari pihak-pihak mana pun yang menginginkan adanya pelarangan khitan perempuan di Indonesia karena bertentangan dengan ajaran Islam, amanat UUD 1945, dan hak asasi manusia.

“MUI mendorong pemerintah dan pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan dan dinas-dinas kesehatan, serta organisasi profesi kedokteran serta tenaga kesehatan, dan ormas-ormas Islam untuk menyosialisasikan Permenkes Sunat Perempuan sebagai pedoman bagi tenaga kesehatan untuk memberikan layanan khitan perempuan muslim di Indonesia,” kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa pihak terkait harus merumuskan standard operational procedure tentang khitan perempuan serta menjadikannya sebagai salah satu materi dalam kurikulum pendidikan kedokteran dan tenaga kesehatan lain.

MUI juga mengimbau umat Islam Indonesia agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan berbagai upaya pembentukan opini yang keliru pelarangan khitan perempuan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Soleh mengatakan, pro-kontra khitan telah bergulir sejak 2002. Menurut dia, beberapa pihak yang melarang khitan perempuan antara lain Komite Cedaw yang menilai khitan perempuan merupakan suatu bentuk mutilasi alat genital perempuan.

“Bahkan American Medical Assosiation menilai pelaksanaan khitan baik bagi laki-laki maupun perempuan sama-sama merupakan mutilasi,” kata Asrorun Niam Soleh.

Asrorun mengkhawatirkan upaya pihak-pihak tersebut melarang khitan akan memengaruhi posisi Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 2010 tentang Sunat Perempuan.

.

10 thoughts on “Upaya Pelarangan Khitan Perempuan

  1. Your style is unique in comparison to other folks I have read stuff from. Many thanks for posting when you have the opportunity, Guess I will just book mark this site.
    ==============================================

  2. Great blog you have here.. It’s hard to find excellent writing like yours these days. I really appreciate individuals like you! Take care!!
    ======================================

  3. Hello there! I could have sworn I’ve been to this blog before but after looking at some of the posts I realized it’s new to me. Anyhow, I’m definitely happy I stumbled upon it and I’ll be book-marking it and checking back regularly!

  4. Right here is the right site for anyone who wants to find out about this topic. You know a whole lot its almost hard to argue with you (not that I personally would want to…HaHa). You certainly put a new spin on a subject that’s been written about for ages. Excellent stuff, just great!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s